Jumat, 22 Mei 2009

Mari kita buat penghasilan meningkat bagi produk yang kita miliki

Apakah "kita" Bosan dengan penghasilan yang sudah kita miliki? Tak pernah bertambah apalagi dimasa yang seperti ini. Tak perlu frustasi atau menyerah. Selalu ada jawaban dan jalan keluar setiap kesulitan!!!

Yang pasti, kalau kita ingin meraih pengahasilan yang baik, dan cara yang selama ini kita andalkan tidak membuat perubahan, kita perlu cara baru untuk mewujudkannya. Kalau kita masih melakukan cara yang sama, pasti hasil yang didapatpun tak jauh berbeda.

Tapi sebelum beranjak jauh, coba kita mulai lagi dari awal. Jika kita mau mengubah hidup kita, kita perlu pondasi yang sangat kokoh untuk mencapai tahap itu. Agar kita sudah mendapatkan penghasilan yang seperti air pancuran yang tak pernah tumpat, atau ketika uang bukan lagi segalanya, kita sudah memiliki kesiapan mental.

Fakta pertama yang perlu kita terima adalah kesuksesan itu tertumpu seberapa jauh produtivitas kita. Dan mengenai cara meningkatkan produktivitas, banyak buku dan pakar yang menyebutkan pentingnya memanajemen waktu. Kita disarankan untuk membiasakan mengukur hasil dalam rentang waktu tertentu. Kalau dalam soal penghasilannya misalnya, waktu yang sudah kita keluarkan dibandingkan uang yang kita dapat.

Contoh cara gampang yang bisa kita praktekkan adalah dengan menghitung penghasilan kita tiap jam. Pertama, kita tinggal tetapkan penghasilan yang ingin kita dapat dalam setiap jam. Kemudian kita tinggal menggunakan acuan penghasilan itu untuk memilih pekerjaan yang sepadan dengan tarif kita.

Lalu kalau kita ingin mendapatkan uang yang lebih banyak, kita tinggal menaikkan tarif perjam kita. Sehingga kita bisa memilih melakukan aktivitas yang bisa menghasilkan uang sesuai tarif baru yang kita tetapkan.

hehehe bingung ya ?

Contohnya begini : Kalau selama ini kita misalkan mematok penghasilan 50rb/jam dan ingin mendapatkan 80rb/jam. Maka kita tinggal mengurangi pekerjaan yang hanya menghasilkan 50rb/jam dan mengalihkannya ke aktivitas yang 80rb/jam.

Cara ini munngkin sudah banyak yang tahu. Dan sayapun mulai menerapkannya. Meski ada sisi plusnya, tapi dalam jangka panjang, konsep ini bisa sangat membahayakan keuangan kita. Kita pasti tanya kenapa? Sisi positif yang bisa kita capai kalau menerapkan sistem ini adalah fokus anda dalam meningkatkan penghasilan akan terarah. Sebab ada patokan penghasilan yang kita capai. Misalnya penghasilan kita sekarang 50rb/jam dan kita ingin merubahnya menjadi 80rb/jam. Kita akan berupaya untuk mencari jalan mewujudkannya. Dengan begitu kita lebih sadar terhadap pekerjaan yang tak lagi prospek diri kita. Kita menghidarkan diri dari membuang waktu yang hanya menghasilkan sedikit uang. Kemudian bertahap kita mulai mengurangi aktivitas penghasilan yang 50br/jam dan menggiatkan aktivitas yang 80rb/jam. Atau bisa juga kita minta bantuan orang lain untuk mengerjakannya. Misal kita merekrut karyawan yang freelance yang mungkin dibayar 30rb/jam untuk melakukan pekerjaan kita itu. Dengan begitu kita punya tiga keuntungan. Selain pekerjaan kita tak terbengkalai, kita tetap mendapatkan aliran uang dari pekerjaan tadi, serta ikut mengurangi jumlah pengangguran. ;)

Tapi bila kita menerapkan konsep tersebut dengan peningkatan penghasilan yang tak terlalu besar. Misal dari 50rb/jam menjadi 80rb/jam, proses yang akan ditempuh untuk menuju kebebasan finansial terlampau lama. Untuk bisa mencapai penghasilan 10jt/jam akan butuh waktu berpuluh tahun. Dan yang terburuk dengan menetapkan penghasilan pada level relatif rendah, kita secara tidak sadar telah membuat batas penghasilan bagi diri kita.

Maksudnya? Kalau kita misal menetapkan 80rb/jam, secara tidak langsung kita mengatakan bahwa penghasilan kita bukan 100rb/jam, 500rb/jam, atau 1jt/jam. Sehingga membuat fikiran kita tak dapat membayangkan untuk meraih hasil yang lebih besar seperti 10jt/jam. Dengan membatasi penghasilan kita pada tingkat rendah, maka peluang yang kita bayangkan hanya begitu saja.

Memang dengan menerapkan patokan penghasilan tersebut, setidaknya menghindari resiko terburuk untuk tak mendapatkan apa-apa. Namun dengan begitu juga membuat kita kehilangan peluang untuk menghasilkan yang jauh lebih besar. Karena itu kita perlu menyikapi resiko dengan cerdas.

Selain itu, dengan memiliki target penghasilan yang rendah, bisa membuat kurang tertantang mewujudkannya. Sebaliknya dengan memiliki target yang tinggi, bisa dibayangkan kita tak akan pernah melewatkan setiap detik kerja waktu kita.

Namun ironisnya, banyak orang yang enggan melakukannya. Mereka lebih suka menjadi karyawan yang digaji setiap bulan. Sebab menurut mereka resikonya lebih ringan dibanding menjadi pengusaha. Padahal kalau mau kita fikirkan lebih jauh, menjadi pengusaha sebetulnya beresiko lebih rendah dibanding menjadi karyawan. Bagi pengusaha sangat mudah mendapatkan 10jt/jam, tapi bagi karyawan, itu butuh perjuangan jauh lebih keras dan lama serta masih dibayangin resiko pemecatan.

Dan mungkin banyak orang yang menganggap penghasilan sebegitu besar tidak realistis. Tapi kalau kita lihat orang terkaya di dunia, sudah jauh melewati angka itu. Artinya, sebetulnya kesempatan itu nyata dan ada. Tapi mungkin karena keyakinan kita yang terbatas untuk meraihnya, maka pengalaman itu tak akan pernah dialami.

Sebab itu, selalu kita sarankan, buka fikiran kita. Yakinlah kalau kesempatan itu ada dan bisa menjadi nyata. Dan kita tak perlu memperdulikan orang lain yang meragukan keyakitan kita. Karena tak ada gunanya.

Kesempatan untuk mendapatkan penghasilan raksasa itu pun sebetulnya sangat banyak. Tapi mungkin kita tak bisa menikmatinya. sebelum memiliki mindset yang tepat.

Maka mulai detik ini, sejak kita membaca postingan ini, lepaskan keterbatasan yang membelenggu pikirin kita. Misal dengan memiliki bayangan mendapatkan penghasilan 10jt/jam. Dengan begitu paling tidak kita sudah lebih dekat dengan kenyataan yang kita inginkan.

Karena bagaimanapun sukses atau tidak ada ditangan kita sendiri. Kita sendiri yang mengusahakan dan menikmatinya nanti. Kalau tak percaya, coba tanyakan pada diri kita sendiri, siapa yang menghargai bahwa setiap waktu kita begitu berharga kalau bukan kita sendiri?

Salam Irfan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar