Kamis, 28 Mei 2009

14 Rahasia Buka Usaha




Dalam sebuah seminar kewirausahaan terbeber fakta, betapa banyak orang
ingin berhenti jadi karyawan, dan kemudian mulai buka usaha sendiri.
Ada yang sudah siap dengan modal plus perencanaan yang njilimet. Ada
yang baru berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang punya
banyak uang, tapi bingung mau diapain. Masih banyak yang blank. Tak
tahu bagaimana dan dari mana harus memulai. Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha. Berikut 14 rahasianya yang umumnya mereka pakai. Namun tidak ada jaminan Anda akan berhasil dengan cara-cara berikut. Meski begitu,
kini Anda punya banyak alternatif. Anda pun bisa mencuri inspirasi
dari masing-masing cara itu.

1. Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda
membutuhkan layanan katering, buka usaha katering. Jika warga di
sekitar rumah membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental
komputer, kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi.
Kuncinya, kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga,
kualitas produk dan pelayanan yang lebih baik. Usaha berdasarkan
kebutuhan konsumen yang nyata adalah hal prinsip dari semua jenis
usaha.


2. Jual Keunikan
Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang
berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis
produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil mencipta
program komputer baru misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya.
Penemuan baru --apalagi khas dan unik-- sangat berpeluang menembus
pasar.

3. Duplikasi Usaha Lain
Bagi mereka yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan
patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di
depan mata. Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan
berani mengambil risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi
laris. Apa salahnya menyainginya di tempat yang sama? Anda cukup
"memfotokopi" usaha itu, plus memberi sedikit nilai lebih (harga,
pelayanan, kecepatan, keramahan). Siaplah bersaing!

4. Beri Fasilitas Tambahan
Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreatifitas.
Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa
menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar,
warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama. Hampir
setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas
tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.


5. Jual Ketrampilan
Jeli mengenali bakat orang? Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak
orang berbakat yang --jika dikembangkan dan diberi tempat-- bisa
dijual lebih mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon,
kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil
2-3 pemangkas rambut berbakat dari salom-salom kecil. Sewakan tempat
yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik
dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah
usaha pemangkas rambut yang eksklusif.


6. Jadi Agen
Mirip dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro
yang menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling,
foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan,
biro jodoh, baby sister, dll. Untuk usaha ini, Anda perlu pengalaman
dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau mempekerjakan
orang-orang berbakat di dalamnya.


7. Jual Barang Second
Masih sedikit yang peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai
historis tertentu bisa punya harga tinggi. Anda bisa memburu
barang-barang bermerk asli yang sudah tidak dipakai lagi. Anda bisa
menjualnya di tempat lain dan dengan harga spesial. Banyak ekspatriat,
selebritis, pengusaha, sampai jenderal yang punya selera berpakaian
dan beraksesoris mahal di negeri ini. Anda tidak akan kekurangan
barang.


8. Buka Kantor
Semisal Anda berlatar belakang profesi seperti dokter, akuntan,
pengacara, notaris, desainer, trainer, ataupun konsultan. Jika
sekarang masih jadi 'pekerja' di perusahaan orang, siap-siaplah
merintis buka kantor sendiri. Kurang modal dan SDM? Ajak kolega atau
teman seprofesi untuk patungan modal. Juallah skill dan pengalaman
Anda. Jika reputasi bagus, relasi banyak, jangan kuatir kekurangan
klien.


9. Jalankan DS/MLM
Bisnis ini prospektif, walau belum banyak dipilih menjadi alternatif.
Direct Selling dan Multi-Level Marketing sering disebut people
franchise. Modalnya murah meriah, namun sudah didukung produk yang
bagus, sistem pemasaran, pelatihan, dan jenjang karier. Sebagian
perusahaan memberi kesempatan member mendirikan perseroan sendiri
(authorized distributor) atau stockist. Namun waspadalah! Hindari
bisnis skema piramid atau money game yang berkedok MLM.


10. Beli Waralaba
Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha yang
sama sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan.
Waralaba merupakan jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh
kejelian membaca waralaba mana yang bagus. Berikut kemampuan membaca
potensi pasarnya. Kini makin banyak pilihan waralaba, yang butuh modal
besar atau sedang-sedang saja.


11. Beli Usaha Prospektif
Ada pula usaha tertentu punya keunikan dan SDM bagus. Prospek ke
depannya pun cerah. Sayang untuk berkembang untuk lebih jauh, usaha
itu tidak punya modal lebih. Jika modal Anda cukup besar, dan menurut
kalkulasi usaha itu bisa dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa
membelinya. Cara ini relatif lebih mahal, tetapi lumayan disukai
investor tulen.


12. Beli Usaha Sekarat
Banyak usaha sekarat, bukan karena tidak ada prospek. Namun
semata-mata karena manajemennya ambaradul. Jika Anda cukup jeli
memetakan prospek ke depannya dan cukup pengalaman merekayasa ulang
usaha, maka inilah peluang menarik. Usaha seperti ini bisa Anda beli
dengan harga relatif murah. Kadang malah seperti harga 'grosir'. Namun
ingat, biaya pemolesannya harus Anda kontrol.


13. Buka Lokasi
Beberapa usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi. Semisal,
ada pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan
itu laku, umumnya perekonomian di situ akan cepat berkembang.
Fasilitas pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga
setempat dengan produk atau jasa yang sangat mereka butuhkan. Jangan
lupa, pilihlah lokasi yang paling strategis di sana.


14. Usaha Bersama
Kadang usaha tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola
bersama-sama. Semisal Anda kuper, tapi jago masak masakan asing.
Sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi luas. Bisa
saja Anda bersama-sama buka usaha restoran. Kelebihan masing-masing
bisa saling memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis
modalnya.

Entrepreneur University

Entrepreneur Univeristy (EU) adalah Lembaga Pendidikan Informal yang didirikan dan dibimbing langsung oleh Purdi E Chandra, Presiden Direktur Grup Primagama, penerima MURI Award dan penghargaan Enterprise 50 dari Anderson Consulting dan SWA, Nominasi Enterpreneur of The Year 2003. Lembaga Pendidikan ini bertujuan menjadi Lembaga Pendidikan Non-Formal yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi menciptakan pengusaha baru. Pendidikan di Enterpreneur University tidak menggunakan aturan Formal seperti layaknya pendidikan lainnya. Tanpa Nilai, Tanpa Ujian, Tanpa Akreditasi, Tanpa Status, Tanpa Ijazah, dan di wisuda setelah menjadi Pengusaha.
VISI ENTERPRENEUR UNIVERISTY
Menjadi Institusi Pendidikan Non-Formal Berkualitas yang Bukan Menciptakan Calon Pekerja, Tapi Menciptakan Pengusaha Baru Kreatif & Inovatif.
MISI ENTERPRENEUR UNIVERSITY
Menjadi Lembaga Pendidikan Entrepreneurship Berskala Nasional Yang Menciptakan Pengusaha Baru yang Mandiri, Kreatif dan Inovatif.

Menjadi Tempat atau Wadah Mahasiswa/Sarjana IP Rendah, Lulusan SMA NEM Rendah, Karyawan, Yang PHK, Ibu Rumah Tangga, Pensiunan, PNS/Swasta, Wanita Karir Maupun Para Selebritis atau Public Figure untuk Bersama-sama Mewujudkan Keinginan Menjadi Pengusaha Tangguh.

Menjadi Lembaga Pendidikan Entrepreneurship yang Sanggup Dijadikan Mitra Usaha yang Handal.

Menjadi Tempat Bagi Wadah Mahasiswa/Sarjana IP Rendah, Lulusan SMA NEM Rendah, Karyawan, Yang PHK, Ibu Rumah Tangga, Pensiunan, PNS/Swasta, Wanita Karir Maupun Para Selebritis atau Public Figure untuk Berkreatif, Berbisnis dan Mengembangkan Diri.
Menjadi Aset Sumber Daya Manusia Nasional dan Kebanggaan Masyarakat.

KONSENTRASI PENDIDIKAN
Pendidikan di Entrepreneur Univeristy bukan saja mengandalkan pada pengetahuan atau otak berpikir, tetapi juga pada otak emosional. Karena itulah, konsentrasi pendidikanya adalah bagaimana mengasah kecerdasan emosional, kecerdasan adversity, kecerdasan finansial, kecerdasan spiritual, mempertajam kreativitas dan intuisi.
Pendidikan di Entrepreneur Univeristy tidak menggunakan aturan formal. Artinya, tanpa nilai, tanpa akreditasi, tanpa ijazah dan tanpa status. Mereka mengikuti pendidikan disini selama tiga bulan, dimana 60 persen ditekankan pada praktek dan 40 persen pada teori. Dan, uniknya mereka akan diwisuda setelah menjadi pengusaha atau sudah buka usaha. Oleh karena itulah di Entrepreneur University ini lebih menggunakan "Kurikulum dan Sistem" pendidikan yang diciptakan sendiri oleh pengusaha atau praktisi.
Peserta pendidikan disini juga diutamakan mahasiswa/sarjana IP rendah, SMA NEM rendah, ibu rumah tangga, pensiunan, PNS/Swasta, wanita karir maupun para selebritis atau public figure. Sehingga, bukan hal yang tak mungkin, kalau paradigma pendidikan seperti ini akan menjadi model pendidikan di Indonesia masa yang akan datang, bahkan dunia sekalipun, khususnya dalam pendidikan Entrepreneurship.

Sabtu, 23 Mei 2009

Free Ebook dari Blog Content Bisnis

Salam Hangat dari saya Irfan
Ini adalah content bisnis saya yang pertama mungkin bisa berguna bagi kita bisa juga berguna bagi orang lain. Maaf jika content ini bukan milik saya. Saya hanya ingin berbagi Ebook yang pernah saya download yach walaupun sebagian ada yang saya beli, tapi saya akan beri free buat kita semua disini di blog content bisnis. Kita semua bisa mendownloadnya dengan mengclick link-link dibawah ini :

Sukses Berbisnis Online

Berburu Uang Secara Digital

Ebook Penghasil Uang

Memulai Bisnis Online

Menjual Tulisan Di Internet

Membuat Uang Di Internet

Jumat, 22 Mei 2009

Mari kita buat penghasilan meningkat bagi produk yang kita miliki

Apakah "kita" Bosan dengan penghasilan yang sudah kita miliki? Tak pernah bertambah apalagi dimasa yang seperti ini. Tak perlu frustasi atau menyerah. Selalu ada jawaban dan jalan keluar setiap kesulitan!!!

Yang pasti, kalau kita ingin meraih pengahasilan yang baik, dan cara yang selama ini kita andalkan tidak membuat perubahan, kita perlu cara baru untuk mewujudkannya. Kalau kita masih melakukan cara yang sama, pasti hasil yang didapatpun tak jauh berbeda.

Tapi sebelum beranjak jauh, coba kita mulai lagi dari awal. Jika kita mau mengubah hidup kita, kita perlu pondasi yang sangat kokoh untuk mencapai tahap itu. Agar kita sudah mendapatkan penghasilan yang seperti air pancuran yang tak pernah tumpat, atau ketika uang bukan lagi segalanya, kita sudah memiliki kesiapan mental.

Fakta pertama yang perlu kita terima adalah kesuksesan itu tertumpu seberapa jauh produtivitas kita. Dan mengenai cara meningkatkan produktivitas, banyak buku dan pakar yang menyebutkan pentingnya memanajemen waktu. Kita disarankan untuk membiasakan mengukur hasil dalam rentang waktu tertentu. Kalau dalam soal penghasilannya misalnya, waktu yang sudah kita keluarkan dibandingkan uang yang kita dapat.

Contoh cara gampang yang bisa kita praktekkan adalah dengan menghitung penghasilan kita tiap jam. Pertama, kita tinggal tetapkan penghasilan yang ingin kita dapat dalam setiap jam. Kemudian kita tinggal menggunakan acuan penghasilan itu untuk memilih pekerjaan yang sepadan dengan tarif kita.

Lalu kalau kita ingin mendapatkan uang yang lebih banyak, kita tinggal menaikkan tarif perjam kita. Sehingga kita bisa memilih melakukan aktivitas yang bisa menghasilkan uang sesuai tarif baru yang kita tetapkan.

hehehe bingung ya ?

Contohnya begini : Kalau selama ini kita misalkan mematok penghasilan 50rb/jam dan ingin mendapatkan 80rb/jam. Maka kita tinggal mengurangi pekerjaan yang hanya menghasilkan 50rb/jam dan mengalihkannya ke aktivitas yang 80rb/jam.

Cara ini munngkin sudah banyak yang tahu. Dan sayapun mulai menerapkannya. Meski ada sisi plusnya, tapi dalam jangka panjang, konsep ini bisa sangat membahayakan keuangan kita. Kita pasti tanya kenapa? Sisi positif yang bisa kita capai kalau menerapkan sistem ini adalah fokus anda dalam meningkatkan penghasilan akan terarah. Sebab ada patokan penghasilan yang kita capai. Misalnya penghasilan kita sekarang 50rb/jam dan kita ingin merubahnya menjadi 80rb/jam. Kita akan berupaya untuk mencari jalan mewujudkannya. Dengan begitu kita lebih sadar terhadap pekerjaan yang tak lagi prospek diri kita. Kita menghidarkan diri dari membuang waktu yang hanya menghasilkan sedikit uang. Kemudian bertahap kita mulai mengurangi aktivitas penghasilan yang 50br/jam dan menggiatkan aktivitas yang 80rb/jam. Atau bisa juga kita minta bantuan orang lain untuk mengerjakannya. Misal kita merekrut karyawan yang freelance yang mungkin dibayar 30rb/jam untuk melakukan pekerjaan kita itu. Dengan begitu kita punya tiga keuntungan. Selain pekerjaan kita tak terbengkalai, kita tetap mendapatkan aliran uang dari pekerjaan tadi, serta ikut mengurangi jumlah pengangguran. ;)

Tapi bila kita menerapkan konsep tersebut dengan peningkatan penghasilan yang tak terlalu besar. Misal dari 50rb/jam menjadi 80rb/jam, proses yang akan ditempuh untuk menuju kebebasan finansial terlampau lama. Untuk bisa mencapai penghasilan 10jt/jam akan butuh waktu berpuluh tahun. Dan yang terburuk dengan menetapkan penghasilan pada level relatif rendah, kita secara tidak sadar telah membuat batas penghasilan bagi diri kita.

Maksudnya? Kalau kita misal menetapkan 80rb/jam, secara tidak langsung kita mengatakan bahwa penghasilan kita bukan 100rb/jam, 500rb/jam, atau 1jt/jam. Sehingga membuat fikiran kita tak dapat membayangkan untuk meraih hasil yang lebih besar seperti 10jt/jam. Dengan membatasi penghasilan kita pada tingkat rendah, maka peluang yang kita bayangkan hanya begitu saja.

Memang dengan menerapkan patokan penghasilan tersebut, setidaknya menghindari resiko terburuk untuk tak mendapatkan apa-apa. Namun dengan begitu juga membuat kita kehilangan peluang untuk menghasilkan yang jauh lebih besar. Karena itu kita perlu menyikapi resiko dengan cerdas.

Selain itu, dengan memiliki target penghasilan yang rendah, bisa membuat kurang tertantang mewujudkannya. Sebaliknya dengan memiliki target yang tinggi, bisa dibayangkan kita tak akan pernah melewatkan setiap detik kerja waktu kita.

Namun ironisnya, banyak orang yang enggan melakukannya. Mereka lebih suka menjadi karyawan yang digaji setiap bulan. Sebab menurut mereka resikonya lebih ringan dibanding menjadi pengusaha. Padahal kalau mau kita fikirkan lebih jauh, menjadi pengusaha sebetulnya beresiko lebih rendah dibanding menjadi karyawan. Bagi pengusaha sangat mudah mendapatkan 10jt/jam, tapi bagi karyawan, itu butuh perjuangan jauh lebih keras dan lama serta masih dibayangin resiko pemecatan.

Dan mungkin banyak orang yang menganggap penghasilan sebegitu besar tidak realistis. Tapi kalau kita lihat orang terkaya di dunia, sudah jauh melewati angka itu. Artinya, sebetulnya kesempatan itu nyata dan ada. Tapi mungkin karena keyakinan kita yang terbatas untuk meraihnya, maka pengalaman itu tak akan pernah dialami.

Sebab itu, selalu kita sarankan, buka fikiran kita. Yakinlah kalau kesempatan itu ada dan bisa menjadi nyata. Dan kita tak perlu memperdulikan orang lain yang meragukan keyakitan kita. Karena tak ada gunanya.

Kesempatan untuk mendapatkan penghasilan raksasa itu pun sebetulnya sangat banyak. Tapi mungkin kita tak bisa menikmatinya. sebelum memiliki mindset yang tepat.

Maka mulai detik ini, sejak kita membaca postingan ini, lepaskan keterbatasan yang membelenggu pikirin kita. Misal dengan memiliki bayangan mendapatkan penghasilan 10jt/jam. Dengan begitu paling tidak kita sudah lebih dekat dengan kenyataan yang kita inginkan.

Karena bagaimanapun sukses atau tidak ada ditangan kita sendiri. Kita sendiri yang mengusahakan dan menikmatinya nanti. Kalau tak percaya, coba tanyakan pada diri kita sendiri, siapa yang menghargai bahwa setiap waktu kita begitu berharga kalau bukan kita sendiri?

Salam Irfan

5 Kesalahan yang Mendasar bagi kita ingin memiliki produk sendiri

1.Tidak Melakukan Riset Pasar

Mungkin hanya berdasarkan keinginan, kita terburu-buru membuat produk informasi. Tapi yang seharusnya kita lakukan adalah, kita harus meneliti pasar terdahulu baru buat produk informasinya.

2.Tidak Melihat Peta Persaingan

Kita harus melihat pasar yang ingin kita buat apakah tingkat kompetisinya tinggi. Jika kita ingin tetap bermain di tingkat yang kompetisinya yang tinggi, kita harus mempersiapkan alat-alat untuk menghadapi itu semuanya.

3.Isi Produk Tidak Fokus Untuk Konsumen

Sering kita sadari kita membuat sebuah produk hanya mengikuti isi hati kita, tetapi kita tidak menanyakan kepada konsumen, apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka inginkan, dan kenapa mesti itu? jika kita tidak melakukan langkah ini, mungkin produk kita bisa jadi hanya kita saja yang membacanya.

4.Tak Tahu Hal-hal yang Efektif atau tidak

Kalau yang ini kita akan mendapatkannya seiring dengan proses yang berjalan. diawal kita berbisnis internet kita tidak tahu dimana letak posisi yang pas untuk menempatkan produk kita. bagian mana halaman yang harus diubah untuk menarik minta pasar produk kita, dan keyword apa yang banyak mendatangkan bagi produk kita. nanti seiring dengan proses bisnis internet kita, kita akan menemukan jawabannya.

5.Akhirnya Marketing Intinya

Ketika produk kita sudah jadi, pada akhirnya marketing yang bicara. banyak sekali mungkin produk yang bagus, namun tak jadi laris manis karena marketingnya tak berjalan. Atau mungkin jalan tapi setengah-setengah. Atau langkah marketing jalan, namun jalan marketingnya yang diambil keliru.

Mungkin content diatas tidak berarti apa-apa bagi yang sudah master di bisnis internet ini. tapi kita harus terus berupaya untuk menyalip mereka yang sudah pakar :D.

Salam Irfan.

Kamis, 21 Mei 2009

Water Flow Rotation

SISTEM DAN CARA KERJA



Sistem Water Flow Rotation adalah perpaduan antara Sistem Reseller, Matrix Spill Over, Randomizer dan Networking, yang menggunakan konsep siklus air hujan. Sistem ini menggunakan sistem forced matrix 3x3. Penjelasan tentang sistem-sistem tersebut, klik di sini.

Selain itu, Anda bisa mendownload e-book tentang WFR untuk penjelasan lebih lengkap dan cara sukses dalam sistem WFR di sini

Saya akan memberikan ilustrasi kepada Anda agar Anda lebih cepat memahami cara kerja dan keuntungan potensial yang dimiliki sistem ini.

Anda pasti sudah tahu bagaimana siklus hujan bisa terjadi kan?

Sistem Water Flow Rotation sama seperti siklus air hujan.

Pertama, Anda cukup membeli produk WFR-Network.Com.
Dalam kasus ini, dimisalkan sponsor level 1 Anda adalah C, sponsor level 2 Anda adalah B, dan sponsor level 3 Anda adalah A.
Untuk bergabung, Anda hanya perlu membeli produk kami, yaitu satu paket berbisnis online: Website Pengumpul Rupiah dan URL Rahasia yang berisi lebih dari 300 produk + hak jual ulangnya hanya seharga Rp 200.000,-.
Website Pengumpul Rupiah (WPR)

Anda akan mendapatkan sebuah website untuk berbisnis online yang siap pakai (Website Pengumpul Rupiah) yang menjual URL Rahasia yang berisi ratusan produk beserta hak jual ulangnya. Dalam sistem WPR ini, Anda tidak perlu lagi mengupload produk, mengaktifkan keanggotaan orang, mengirim email ektivasi, dan sebagainya,, tetapi segalanya cukup dilakukan melalui SMS saja. Ayo buruan gabung. klik langsung banner dibawah ini.